Dalam berbagai aspek kehidupan, ada pepatah kuno yang menyatakan bahwa “perilaku mencerminkan siapa kita sebenarnya.” Namun, apakah kita pernah berpikir tentang bagaimana perilaku kita, atau lebih tepatnya akhlak kita, dapat mempengaruhi orang-orang di sekitar kita? Sebuah perspektif yang sering diabaikan adalah bahwa akhlak bukan hanya soal bagaimana kita berperilaku, melainkan juga tentang bagaimana akhlak kita bisa menular kepada orang lain, terutama melalui lingkungan sosial dan pertemanan.

Penelitian menunjukkan bahwa “Kecerdasan emosional siswa berpengaruh terhadap akhlak siswa kepada teman, meskipun nilai pengaruhnya 37,80%. (Sanusi, Munawar. Jurnal Pedagogie, Vol. 1. No. 1 Juli 2020).”

Akhlak Sebagai Cermin Diri

Pertama, mari kita mulai dengan sebuah hadits dari Ibnu Qudamah Al-Maqdisi yang mengatakan: “Terkadang akhlak yang baik itu didapatkan dikarenakan sebab berteman dengan orang-orang baik. Karena kebiasaan itu adalah pencuri yang dapat mencuri kebaikan maupun keburukan.” Ini menggambarkan betapa pentingnya pertemanan dalam membentuk karakter seseorang. Pencuri yang dimaksud di sini bukanlah pencuri dalam pengertian harfiah, melainkan pencuri perilaku. Ketika seseorang sering berinteraksi dengan orang yang memiliki akhlak baik, ia akan cenderung “mencuri” atau meniru perilaku baik tersebut. Sebaliknya, ketika seseorang berinteraksi dengan mereka yang memiliki akhlak buruk, ia bisa saja tanpa sadar meniru perilaku buruk tersebut.

Pertemanan Membentuk Karakter

Pilih-pilih teman karena itulah yang akan membentuk karakter diri kita

Salah satu cara untuk memastikan kita dikelilingi oleh pengaruh positif adalah dengan memilih teman-teman yang memiliki akhlak yang baik. Ini juga disarankan dalam lagu “Tombo Ati”, sebuah karya sunan Kalijaga, yang di dalamnya diberikan nasehat untuk “berkumpul dengan orang-orang sholeh.” Orang-orang sholeh di sini tidak hanya mereka yang rajin beribadah, melainkan juga mereka yang memiliki perilaku dan etika yang baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan berkumpul dengan mereka, seseorang dapat memperoleh pengaruh positif dan memperbaiki akhlaknya.

Namun, bagaimana jika kita sudah berada di lingkungan yang penuh dengan pengaruh negatif? Dalam situasi ini, seseorang harus memiliki kesadaran diri dan kekuatan hati untuk tetap berpegang pada prinsip dan nilai-nilai yang dia yakini. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan yang negatif akan lebih sulit untuk memberikan pengaruh positif pada seseorang, terutama jika seseorang tersebut belum memiliki dasar akhlak yang kuat.

Kebiasaan, seperti yang disebutkan dalam hadits di atas, adalah hal yang sangat kuat. Ketika seseorang terbiasa melakukan sesuatu, hal tersebut menjadi bagian dari dirinya. Ini adalah alasan mengapa sangat penting untuk terus-menerus memantau kebiasaan kita dan memastikan bahwa kita dikelilingi oleh kebiasaan yang baik. Seperti kata pepatah: “Kau akan dikenal dari teman-temanmu.”

Orang Sholeh Sebagai Pencerminan Akhlak Baik

Ilustrasi sosok berwibawa, berpenampilan sopan dan memancarkan aura kebaikan yang lemah lembut. Mereka berdiri tegak dengan pancaran cahaya lembut yang terpancar dari dalam diri mereka, melambangkan hati yang murni dan karakter yang berbudi luhur.

Di era digital saat ini, pengaruh lingkungan tidak hanya datang dari pertemanan fisik, melainkan juga dari pertemanan digital. Orang-orang yang kita ikuti di media sosial, berita yang kita baca, atau konten yang kita konsumsi setiap hari, semuanya berkontribusi pada pembentukan akhlak kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memilih dengan bijak apa yang kita konsumsi secara online.

Perlu diingat bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa akhlaknya adalah yang terbaik. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan lingkungan yang mendukung. Dengan memilih pertemanan yang baik dan memastikan bahwa kita dikelilingi oleh pengaruh yang positif, kita dapat memastikan bahwa akhlak kita tidak hanya baik, tetapi juga dapat menular ke orang lain.

Pertemanan digital akan mempengaruhi akhlak seseorang